Jendela [2]

Cahaya masuk melalui tirai jendela yang tidak tertutup rapat. Cahaya itu membias, mengisi ruangan kamarku yang temaram. Menambah kehangatan suhu kamarku. Sementara itu, aku duduk di depan meja belajarku. Menatap lurus jejeran buku yang kususun rapi di atas meja. Juga membaca lagi kertas-kertas yang berisi kalimat positif yang kutempelkan di tembok.

Continue reading Jendela [2]